Minggu, 21 April 2013

 

Masih bercerita tentang keindahan pulau Selayar. Namun kali ini saya mencoba menceritakan kehebohan bawah air di pulau Selayar. Sebenarnya spot menyelam di pulau Selayar tidak kalah menarik dari spot-spot yang ada di Taka Bonerate.

Kalau saya cermati, justru lebih banyak Dive Center milik bule yang ada di Selayar, sedangkan di Taka Bonerate Dive Center yang ada hanya milik pihak TN. Kalau ada dive resort yang dikelola secara profesional oleh bule menunjukkan kualitas spot penyelaman yang bisa dibilang istimewa. Logikanya orang asing akan memilih tempat yang sesuai ketika mereka mencoba berinvestasi di Indonesia, karenanya pilihan spot diving dengan kualitas yang baik tentunya menjadi perhatian serius bagi mereka. Namun jika kita memiliki budget terbatas untuk menyelam di Selayar ini, Dinas Pariwisata, klub SSD (Sileya Scuba Diver) dan pihak Taman Nasional dapat menjadi alternative untuk mencari peralatan menyelam di Selayar. Selain itu ada beberapa dive center yang di milik pegawai TN seperti Tinabo DC di kota Benteng yang menyediakan sewa peralatan menyelam dengan biaya yang cukup terjangkau.
Pantai timur
Pada prinsipnya, menyelam di Selayar itu bisa dilakukan sepanjang tahun. Namun pemilihan spot penyelaman tetap harus melihat kondisi musim yang ada di Selayar. Jika musim angin barat sekitar bulan November sampai Mei, maka spot penyelaman harus berada di sebelah timur pulau. Jika angin timur sekitar bulan Juni sampai Oktober, maka penyelaman dapat dilakukan di sisi barat. Di sisi timur pulau Selayar di dominasi dengan kontur wall dan di sertai dengan arus yang kuat, sebaliknya di sisi barat pulau Selayar di dominasi kontur flat dengan arus yang super jinak.
 
gobidae


Napoleon Fish

Mengingat saat saya mengunjungi Selayar di saat musim angin barat, maka mas Ridho mengajak aku menyelam di sisi timur, tepatnya di pantai Ngapaloka. Ternyata untuk menuju ke sisi timur memakan waktu yang cukup lama, karena harus melintasi hutan dan jalan perbukitan yang cukup terjal. Karena jauh dari kota Benteng maka mobilisasi untuk menuju sisi timur harus menggunakan mobil yang dapat kita sewa di Tinabo DC. Sesampai di pantai Ngapaloka suasana benar-benar berubah sesaat terlihat debur air yang jinak dan warna biru di sepanjang garis pantai. Penyelaman pertama ada di Ngapaloka tunel, yaitu gunung karang bawah air yang berdinding karang dan memanjang dari Utara ke Selatan sejajar dengan garis pantai. Kami mengambil sisi sebelah timur dari tebing namun di sini saya dan mas Ridho berhadapan dengan arus yang cukup kuat dari arah timur dan mendorong tubuh saya menempel ke dinding karang seperti cicak. Karena kuatnya arus yang menempelkan tubuh kita, mas Ridho yang mengenal dengan baik kondisi penyelaman di daerah ini, berinisiatif mengajak saya turun lebih dalam sampai menyentuh kedalaman 35 meter. Kondisi visibility yang sangat luar biasa jernih benar-benar membuat saya terlena. Schooling jack, bayangan white tip shark sampai dengan ikan napoleon sebesar meja kantorku pun menjadi mudah di temukan. Namun dengan kondisi berarus ternyata saya kurang cukup piawai mengabadikan momen di bawah air Selayar ini dengan baik.





Penyelaman kedua kami mengambil spot slope di pantai ngapaloka. Di sini arus masih terasa tetapi tidak sekuat seperti di penyelaman pertama. Cuman sayangnya di daerah ini masih terdapat sisa-sisa karang yang rusak akibat pemboman. Cukup di sayangkan, masih ada manusia yang tega menukar warisan terumbu karang dan potensi wisata yang luar biasa tersebut dengan keuntungan sesaat yang mungkin akan habis dalam waktu 2 sampai 3 bulan. Sedikit kecewa memang, tapi visibility yang jernih dan atraksi ikan-ikan di karang seakan mengobati rasa penasaran menyelam di Selayar.

0 komentar:

Poskan Komentar